Pemerintah Iran memblokir akses internet dan melarang media asing meliput demonstrasi tahunan mengenang kematian mahasiswa saat menentang Amerika di tahun 1953.
Sepertinya pemerintah yang berkuasa takut jika aksi demonstrasi ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang anti pemerintah. Oleh karena itu akses internet, baik itu email maupun akses ke situs-situs oposisi diblokir.
Beberapa situs tersebut mendorong warga untuk berkumpul di Universitas Teheran. Pihak keamanan pun berjaga-jaga untuk mengantisipasi terjadinya gelombang protes.
Langkah pemerintah ini mendapat tanggapan dari pemimpin oposisi, Mir Hossein Mousavi. Ia memberikan dukungan terhadap gerakan mahasiswa dan menyatakan bahwa perjuangannya masih tetap hidup.
"Sebuah bangsa yang besar tidak akan tinggal diam saat terjadi pembungkaman suara," ujar Mousavi yang menuding Presiden Mahmoud Ahmadinejad telah mencuri kemenangannya pada pemilu presiden 12 Juni lalu.
Dikutip detikINET dari USA Today, Selasa (8/12/2009), demonstrasi mahasiswa tersebut digelar untuk memperingati kematian tiga mahasiswa di tahun 1953 saat protes anti Amerika Serikat.Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Langkah pemerintah ini mendapat tanggapan dari pemimpin oposisi, Mir Hossein Mousavi. Ia memberikan dukungan terhadap gerakan mahasiswa dan menyatakan bahwa perjuangannya masih tetap hidup.
"Sebuah bangsa yang besar tidak akan tinggal diam saat terjadi pembungkaman suara," ujar Mousavi yang menuding Presiden Mahmoud Ahmadinejad telah mencuri kemenangannya pada pemilu presiden 12 Juni lalu.
Dikutip detikINET dari USA Today, Selasa (8/12/2009), demonstrasi mahasiswa tersebut digelar untuk memperingati kematian tiga mahasiswa di tahun 1953 saat protes anti Amerika Serikat.Fransiska Ari Wahyu - detikinet




0 comments:
Poskan Komentar
You can leave your comment here.T hanks for visiting.