Berkat 2 hal itulah Muhammad di ganjar dengan julukan AL -AMIN oleh masyarakat setempat baik pengikutnya maupun yang memusuhinya, selain bakat kepemimpinan yang menonjol sejak belia namun sudah terlibat gerakan moral ......atau sumpah keutamaan itulah gerakan demi membela keadilaln kebenaran kepada siapapun, jujur, berani menaggung resiko dan bertanggung jawab itulah warisan mulia keemimpinan nabi yang mestinya diTauladani para pemimpin dan elite kita faktanya amat susah menemukan elite kita bersikap dan berperilaku mencontoh nabi. menemukan kejujuran saja misalnya sudah sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami padahal kejujuran saja belum cukup untuk menjadi modal bagi pemimpin fakta sulitnya menemukan kejujuran itu berbanding terbalik dengan anjuran meneladani sikap dan perbuatan nabi.
Di mimbar-mimbar maupun dalam teks-teks tulisan hampir saban waktu kita mendengar para pemimipin dan penganjur mengajak kita mencontoh sikap dan perilaku nabi Muhammad akan tetapi yang kta jumpai hari-hari ini justru kian lekatnya hipokrasi atas fakta yang sudah telanjang soal pro dan kontra penyebutan nama dalam pandangan akhir pansus angket bank Century misalnya menunjukkan bahwa kejujuran masih terus dikalahkan oleh kepentingan sempit yang bersifat jangka pendek. mengapa sekedar menyebut nama yang dalam tokoh perkara yang sudah terang benderang dinyatakan bersalah mesti diperdebatkan bukankah kalau ada kesalahan mesti ada nama yang bertanggung jawab.
Menjadi pemimpin yang menempatakan nabi muhaammad sebagai teladan mestinya berani mengambil resiko dan bertanggung jawab bukan sebaliknya buang badan dan melemparkan tanggung jawab itu kepada anak buah bukan pula pemimipin yang gemar menyebut orang lain telah memfitnah padahal yang hendak disuarakan oleh orang itu adalah kebenaran.
Maulud nabi bukan sekeadar peringatan untuk seruan maulid nabi juga momentum untuk merenung dan memulai berbuat apa yang diajarkan ddan diperbuat oleh nabi untuk para pemimpin di negeri ini maulid nabi mestinya menggerakan mereka untuk jujur berani mengambil resiko dan bertanggung jawab.
Sedikit mengutip kalimat Bpk Safi’i Antonio
“ Bahwa sekarang itu kita mengidap yang namanya rabun dekat terhadap rasul, Rasul itu begitu dekat , kita bacakan Shalawat kepadanya kita bacakan barzanji, diba, Maulud dan perayaan lainya akan tetapi kita lupa pada esensinya kemudian Rasulullah itu kita bawa ke Masjid kita kerangkeng di Mihrab kita ikat pakai rantai besi dan Rasul tidak dibawa ke dalam kehidupan social politik kalau kita ke Bank kita lupa suri tauladan Rasul bagaimana bangking secara baik. Kalau kita berbisnis kita lupa cara Rasul dan dalam kehidupan lainnya. ”
Semoga kita tidak melupakan esensi dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Selengkapnya...

























